Harga emas spot dunia pagi ini berada di level US$4.254,77 per troy ons, sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan di kisaran support 6.185–6.200 setelah ditutup melemah pada level 6.241,89 pada akhir pekan lalu.

Pergerakan harga emas dunia dan IHSG pada perdagangan hari ini, Senin, 28 September 2026, kompak mengalami tekanan akibat sentimen hawkish dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang baru saja menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75-4% serta memberikan sinyal pengetatan moneter lanjutan.

1. Harga Indeks Emas (Gold)

Harga emas di pasar spot terus tertekan pada pembukaan perdagangan awal pekan setelah sempat ambles lebih dari 2% sepanjang minggu lalu.

  • Harga Emas Spot: Berada di level US$ 4.254,77 per troy ons pada Senin pagi, melemah sekitar 0,7%.
  • Emas Berjangka AS: Turut turun 0,7% ke posisi US$ 4.289,70 per troy ons.
  • Pemicu: Penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS akibat proyeksi suku bunga tinggi. Suku bunga yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil langsung.

2. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pasar saham domestik ikut merespons negatif ketatnya kebijakan makroekonomi global serta arus keluar modal asing (net foreign sell).

  • Posisi Terakhir: IHSG bergerak melemah dan ditutup turun 0,9% pada akhir pekan lalu, sempat tertahan di zona merah akibat aksi jual investor yang mengantisipasi rilis data inflasi PCE AS akhir pekan nanti.
  • Faktor Penekan: Kebijakan moneter ketat dari The Fed dan pelemahan nilai tukar Rupiah akibat sentimen eksternal membuat pasar saham negara berkembang termasuk Indonesia cenderung tertekan (risk-off).

Rangkuman Pasar & Sentimen The Fed Hari Ini (Senin, 28 September 2026)

  • Harga Emas Spot (XAU/USD): Turun ke kisaran US$4.254,77 per troy ons dan emas berjangka AS di US$4.289,70 per troy ons. Penekanan harga emas dipicu oleh lonjakan harga minyak yang menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi global, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat atau suku bunga tinggi lebih lama.
  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Diprediksi rawan tertekan Phintraco dan analis lain di rentang support 6.185 – 6.200 menyusul sentimen global serta hari pertama pemberlakuan aturan baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas minimum harga (tick price) saham dari Rp50 menjadi Rp1.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.