Per Jumat, 25 September 2026, harga emas dunia dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak mengalami tekanan akibat sinyal kebijakan moneter yang ketat (hawkish) dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Prospek kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed guna meredam inflasi telah memicu lonjakan imbal hasil (yield) obligasi AS dan memperkuat nilai tukar dolar AS, sehingga menekan pasar saham domestik dan harga komoditas.
Ringkasan Pasar & Sentimen The Fed
- IHSG Berakhir melemah ke 6.298,61 pada perdagangan terakhir, tertekan sektor barang baku dan keuangan.
- Emas (XAU/USD): Bergerak di kisaran US$4.265–US$4.280, tertekan penguatan Dolar AS.
- The Fed: Sinyal hawkish pejabat bank sentral AS menopang dolar dan imbal hasil obligasi.
Faktor Utama Penentu Pasar: Arah Kebijakan The Fed
- Sinyal Hawkish Berkelanjutan: Sejumlah pejabat regional The Fed (termasuk Presiden Fed St. Louis dan Minneapolis) mempertegas bahwa inflasi AS masih terlalu tinggi di berbagai sektor. Mereka memperingatkan risiko inflasi tetap bertahan jika tidak ada pengetatan tambahan, sehingga memicu taruhan pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober mendatang.
- Dampak ke IHSG: Sikap wait-and-see terhadap restrukturisasi global, dikombinasikan dengan lonjakan yield US Treasury 10-tahun yang menembus level 5,11% (tertinggi sejak 2007), memicu aksi jual oleh investor asing (net sell) pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) di Bursa Efek Indonesia.
- Dampak ke Emas: Karena harga emas dunia dipatok dalam mata uang dolar, penguatan Greenback membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sekaligus mengurangi daya tariknya karena emas merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil bunga (non-yielding asset).

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
