Harga emas global berada di kisaran USD 4.150 – USD 4.162 per ons troi dan IHSG ditutup di level 6.177,14

Harga emas global berada di kisaran USD 4.150 – USD 4.162 per ons troi, tertekan sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Sementara itu, IHSG ditutup di level 6.177,14, dan proyeksi pasar memprediksi IHSG berpotensi bergerak di kisaran target 6.328 – 6.545

Kondisi Pasar Terkini

Berikut adalah rincian terkini mengenai harga emas, IHSG, dan sentimen The Fed.

Harga Emas Global & Domestik

  • Emas Global (XAU/USD): Berada di rentang USD 4.150 – USD 4.162 per ons troi akibat penguatan dolar AS.
  • Emas Antam (Domestik): Mengikuti tren global dengan kisaran Rp 2.385.000 hingga Rp 2.673.000 per gram tergantung pada pecahan dan biaya spread platform

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

  • IHSG parkir di zona hijau ke level 6.177,14 (menguat tipis +0,08%) pada penutupan bursa.
  • Pergerakan IHSG saat ini dibayangi oleh sentimen kebijakan moneter global dan regional

Kebijakan The Fed (Federal Reserve)

  • The Fed mempertahankan suku bunga namun cenderung hawkish. Indikasi bahwa The Fed mungkin menaikkan suku bunga lebih lanjut di tahun 2026 membuat imbal hasil obligasi AS dan nilai tukar Dolar AS menguat.
  • Dampak ke pasar: Kebijakan The Fed yang ketat menekan harga emas karena investor lebih memilih instrumen berbunga (seperti obligasi)

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.