Suku bunga The Fed yang tinggi menekan harga emas dan IHSG.

Harga emas dunia (spot) berada di kisaran USD4.200 per troy ons, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.172, dan kebijakan The Fed tetap mempertahankan sikap hawkish-nya yang memicu penguatan Dolar AS. Suku bunga The Fed yang tinggi secara historis menekan harga emas dan IHSG.

Harga Emas (XAU/USD): Spot emas diperdagangkan di bawah level USD4.200 per troy ons akibat penguatan Dolar AS yang didorong oleh sinyal pengetatan moneter lanjutan dari The Fed.

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): IHSG ditutup melemah di level 6.172,34 (-0,78%) dengan rentang pergerakan (support/resistance) harian yang berfluktuasi.

Dampak The Fed: Kebijakan hawkish bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi membuat imbal hasil obligasi AS dan nilai tukar Dolar AS menguat, yang berdampak negatif secara langsung bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas dan memicu capital outflow

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) diperdagangkan di kisaran Rp17.809 hingga Rp17.867 per dolar AS. Mata uang Garuda sempat mengalami tekanan berat hingga mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis Rp18.190 per dolar AS akibat sentimen hawkish The Fed, namun kini mulai bergerak stabil setelah adanya langkah intervensi dari Bank Indonesia.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.