Harga minyak ditutup pada hari Kamis (11/12)

Harga minyak ditutup pada hari Kamis (11/12) di level terendah sejak Oktober, terbebani pelemahan bursa saham dan laporan pendapatan yang mengecewakan, meski ketegangan geopolitik sempat mengangkat harga. AS mencegat dan menyita kapal tanker raksasa yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela, negara OPEC dengan cadangan minyak terbesar di dunia dan ekspor sekitar 586.000 barel per hari, mayoritas ke China. Di saat yang sama, Ukraina menyerang ladang minyak Filanovsky milik Lukoil di Laut Kaspia, memperluas target terhadap infrastruktur energi Rusia, bahkan ketika AS mendorong Kyiv menerima proposal damai yang banyak mengikuti garis besar Kremlin. Analis mencatat sentimen tetap rapuh: pelemahan pasar saham dan situasi Rusia–Ukraina yang cenderung “stabil” hanya memicu sedikit aksi beli balik dari kabar Venezuela. Secara fundamental, pasar minyak berada dalam latar belakang yang bearish. Kenaikan produksi dari OPEC+ dan Amerika diperkirakan melampaui pertumbuhan permintaan yang lesu, sehingga memicu risiko kelebihan pasokan. IEA Memang memangkas proyeksi surplus rekor, tetapi Citigroup menilai penambahan stok pada 2026 masih berpotensi lebih tinggi dibanding 2025, dengan pembelian kuat China dan risiko geopolitik hanya membuat surplus di luar China sedikit lebih moderat

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.