
Harga minyak menguat sekitar 1% pada Senin (6/10) pasca rencana kenaikan produksi OPEC+ untuk November ternyata lebih sedikit dari yang diperkirakan, sehingga meredam sebagian kekhawatiran soal tambahan pasokan, meski prospek permintaan yang lemah diperkirakan akan membatasi kenaikan dalam jangka pendek. Kontrak berjangka Brent ditutup naik 94 sen, atau 1,46%, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS, naik 81 sen, atau 1,33%. “Pasar menilai jumlah minyak yang benar-benar akan masuk ke pasar jauh lebih kecil dari yang diumumkan, mengingat sebagian anggota OPEC+ sudah berproduksi pada kapasitasnya,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates. Sementara pada Minggu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama Rusia dan beberapa produsen kecil mengatakan akan menaikkan produksi mulai November sebesar 137.000 barel per hari, sama dengan angka Oktober, di tengah kekhawatiran berkepanjangan atas potensi kelebihan pasokan. Menjelang pertemuan, sumber menyebut Rusia mendorong kenaikan 137.000 bph untuk menghindari tekanan harga, sementara Arab Saudi lebih menyukai kenaikan dua, tiga, bahkan empat kali lipat untuk cepat merebut kembali pangsa pasar.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
