Harga Perak Masih Melemah Senin Ini

Harga Perak turun hingga hampir $30 per ons pada hari Senin (2/12), sehingga melanjutkan kerugiannya dari pekan lalu karena kebangkitan Dolar AS karena optimisme seputar prospek ekonomi AS.
Dolar juga menguat setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengancam negara-negara anggota BRICS pada hari Sabtu dengan Tarif 100% jika mereka membuat atau mendukung mata uang baru yang dapat menggantikan Dolar.
Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi Dolar lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan. Sementara itu, data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Tiongkok meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan November, menyusul serangkaian langkah stimulus dari Beijing.
Sementara investor sekarang fokus pada pertemuan politik utama di Tiongkok bulan ini untuk pengumuman kebijakan potensial, yang dapat membantu menilai prospek permintaan di konsumen logam teratas dunia.
Source: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.