Harga emas turun di bawah $1937 pada penutupan perdagangan hari Jumat (10/11)

Harga emas turun di bawah $1937 pada penutupan perdagangan hari Jumat (10/11), terbebani oleh dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil Treasury karena investor mencerna sinyal hawkish dari pejabat Federal Reserve AS dan data ekonomi baru, yaitu penurunan sentimen konsumen AS yang lebih besar dari yang diantisipasi dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral AS “tidak yakin” bahwa itu telah melakukan cukup banyak untuk menurunkan inflasi. Gubernur Fed Michelle Bowman juga sebelumnya menandai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena kekuatan ekonomi, sementara Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari berkomentar terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas inflasi. Selain itu, permintaan emas sebagai aset safe haven melemah karena meredanya kekhawatiran atas konflik geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah. Meskipun harga emas turun pada minggu ini, emas masih jauh lebih baik daripada minyak mentah yang juga menurun harganya karena ketakutan akan geopolitik terus memudar. Minyak mentah WTI mengalami kerugian selama tiga minggu berturut-turut, kerugian terburuk sejak bulan April. Selanjutnya, data Gold Drivers menunjukkan data bervariatif dimana Dolar AS turun -0.11% terlihat akan memberikan sinyal positif bagi emas. Sedangkan Crude Oil naik +2.56%, dalam hal ini memberikan penguatan bagi harga emas.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.