
Harga minyak naik sekitar 1% ke level tertinggi satu pekan pada Rabu (8/10) karena para pelaku pasar memperkirakan tidak ada kemajuan pada kesepakatan damai Ukraina sehingga sanksi terhadap Moskow akan tetap berlaku, sementara laporan mingguan menunjukkan konsumsi minyak AS meningkat. Kontrak berjangka Brent naik 80 sen, atau 1,2%. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 82 sen, atau 1,3%. Itu merupakan penutupan tertinggi untuk Brent sejak 30 September dan untuk WTI sejak 29 September. Seorang diplomat tinggi Rusia mengatakan dorongan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina sebagian besar telah habis. Analis mengatakan kesepakatan damai kemungkinan akan memungkinkan lebih banyak minyak Rusia mengalir ke pasar global. Menurut data energi AS, Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada 2024
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
