Selasa, 3 November 2026, berikut adalah rincian harga emas dunia (Gold Index), pergerakan IHSG, serta sentimen kebijakan The Fed terbaru.

  • Harga Emas Dunia (XAU/USD): Berada di kisaran US$3.943 – US$3.953 per troy ons, mencatat kenaikan harian sekitar 1,76% akibat eskalasi isu geopolitik global. Di pasar domestik, harga emas spot berada di level Rp2.300.032 per gram, sementara emas batangan Antam dijual seharga Rp2.531.000 per gram.
  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Bertahan di posisi 5.096,83 (naik 0,79% pada penutupan perdagangan terakhir). Hari ini pergerakan IHSG diproyeksikan bergerak sideways cenderung melemah dengan area resistance krusial di level 5.100 – 5.170. Pasar domestik juga tengah beradaptasi dengan kebijakan baru BEI yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks.
  • Kebijakan The Fed: Pada pertemuan FOMC terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) di level 3,75%–4,00%. Namun, di bawah kepemimpinan Ketua Fed Kevin Warsh, pasar tetap bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember mendatang karena inflasi AS yang masih di atas target 2%.

Ringkasan Pasar Hari Ini

  • Harga Emas Dunia (XAU/USD): Berada di kisaran US$ 3.943 – US$ 3.945 per troy ons. Emas sedang mengalami rebound (kebangkitan harga) setelah sempat turun tajam ke level US$ 3.875. Aksi serok harga murah (bargain hunting) oleh pelaku pasar menjadi pemicu utamanya.
  • Emas Batangan Antam: Mengikuti kenaikan global, harga emas Antam domestik melejit Rp 10.000 menjadi Rp 2.541.000 per gram. Sementara harga buyback (jual kembali) berada di level Rp 2.311.000 per gram.
  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Menutup perdagangan sebelumnya di level 5.096,83 (menguat 0,79%). Hari ini IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas di rentang 5.175 – 5.200, didukung oleh data PMI Manufaktur Indonesia yang ekspansif. Meskipun demikian, pasar tetap waspada karena adanya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing.
  • Suku Bunga The Fed: Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) di kisaran 3,75% – 4,00%. The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh bersikap cenderung hawkish dan membuka peluang adanya kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 25 bps pada bulan Desember mendatang demi menekan inflasi AS

Tingginya yield obligasi AS serta potensi penguatan dolar (USD/IDR) secara historis memberikan tekanan jangka pendek bagi pasar saham Indonesia (IHSG).

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.