Harga emas dunia berada di kisaran US$ 4.475,1 per troy ons dan IHSG diprediksi bergerak mendatar (sideways) karena investor menanti sinyal kebijakan suku bunga dari The Fed.

Rincian Pasar Hari Ini

  • Harga Emas Dunia (Spot Gold / XAU/USD): Ditutup menguat di sekitar US$ 4.473,6 – US$ 4.475,1 per troy ons akibat melemahnya Indeks Dolar AS dan ekspektasi pemangkasan atau tertahannya kenaikan suku bunga The Fed.
  • IHSG & Kebijakan The Fed: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan cenderung sideways di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pidato pejabat serta data inflasi AS selanjutnya sebagai acuan arah suku bunga.

Analisis & Sentimen Penggerak Pasar

  • Lonjakan Harga Emas: Emas dunia terbang ke level tertinggi dalam enam hari terakhir (mendekati US$ 4.480) dipicu oleh pelemahan indeks Dolar AS serta meredanya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS. Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran di Timur Tengah ikut mendongkrak permintaan emas sebagai aset aman (safe haven).
  • Prospek IHSG Hari Ini: IHSG ditutup menguat tajam sebesar 1,09% kemarin ke level 6.667,89 ditopang aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) senilai Rp 1,11 triliun. Untuk perdagangan hari ini, analis memproyeksikan indeks akan bergerak fluktuatif di area positif untuk menguji level resisten terdekat sebelum rawan aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan.
  • Sinyal Kebijakan The Fed: Ekspektasi pasar bergeser setelah Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengisyaratkan bahwa ia lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan September, asalkan data inflasi AS dalam dua minggu ke depan terus menunjukkan tanda-tanda penurunan (disinflation). Pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan (Non-Farm Payrolls / NFP) AS yang keluar malam ini.
  1. Indeks Emas (Gold)

Harga emas dunia melonjak ke kisaran US$ 4.475 per troy ons. Penguatan ini dipicu oleh melemahnya indeks Dolar AS (DXY) dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Emas kembali menjadi pilihan karena biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa imbal hasil ini menjadi lebih rendah.

2.IHSG (Indonesia)

IHSG ditutup menguat signifikan di level 6.667,89 (+1,09%). Penguatan bursa domestik didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar global terhadap agresivitas The Fed. Secara teknikal, IHSG sukses menutup area gap sebelumnya dan berpotensi menguji rentang ketahanan (resistance) berikutnya di level 6.681 – 6.714.

3. Kebijakan Suku Bunga The Fed

Gubernur The Fed, Christopher Waller, memberikan sinyal bahwa ia condong mendukung untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50% – 3,75% pada rapat FOMC tanggal 15–16 September nanti. Namun, keputusan ini masih bergantung penuh pada data rilis Inflasi AS (PCE/CPI) bulan Agustus yang akan keluar dalam waktu dekat. Taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga langsung merosot hingga di bawah 50% pasca-pernyataan tersebut.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.