
Perang memicu lonjakan volatilitas pasar global, dengan aksi jual massal jangka pendek dan pergeseran modal ke aset aman (safe-haven). Dampak langsung konflik geopolitik biasanya menyebabkan kenaikan harga minyak, memicu inflasi, serta menekan indeks saham (seperti IHSG), meski saham di sektor energi dan pertahanan cenderung menguat.
- Indeks Saham Domestik (IHSG)
Konflik geopolitik sering kali memberikan tekanan besar pada bursa saham domestik, seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar merespons ketidakpastian dengan aksi lepas saham (sell-off). Hal ini mendorong keluarnya modal asing (capital outflow
- Pasar Energi dan Komoditas Minyak
Perang secara langsung mengancam pasokan energi global, terutama jika melibatkan wilayah dengan jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz.
- Minyak (Brent & WTI): Gangguan pasokan sering kali memicu lonjakan harga minyak secara drastis (hingga belasan persen).
- Saham Energi: Di sisi lain, harga saham perusahaan minyak dan gas justru mencatat kenaikan signifikan akibat potensi lonjakan laba.
- Aset Safe-Haven (Emas & Dolar AS)
Saat terjadi perang, investor cenderung menghindari risiko (risk-off) dan memindahkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman.
- Emas: Logam mulia ini menjadi “pelarian” utama saat dunia tidak stabil, sehingga permintaan meningkat dan harga emas biasanya melesat naik.
- Dolar AS: Mata uang safe-haven ini cenderung menguat terhadap mata uang negara berkembang (seperti Rupiah), yang berdampak pada kenaikan biaya impor secara makro.
- Pasar Saham AS (Wall Street)
Dampak perang terhadap indeks Wall Street (seperti S&P 500 dan Dow Jones) sering kali bersifat paradoks. Meskipun terjadi gejolak di awal konflik, Wall Street cenderung lebih cepat pulih. Investor sering kali mengabaikan guncangan perang dan tetap memburu saham-saham teknologi raksasa, terutama yang didorong oleh optimisme tren Kecerdasan Buatan (AI)
- Pasar Obligasi & Inflasi Global
Ketakutan akan gangguan rantai pasok akibat perang memicu kekhawatiran inflasi global gelombang kedua. Sebagai respons, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (seperti US Treasury) cenderung meningkat tajam karena investor mengantisipasi kebijakan bank sentral yang lebih ketat.
Untuk memantau pergerakan harga komoditas terkini atau menganalisis dampak langsung terhadap indeks saham harian, Anda dapat menggunakan Platform Informasi Pasar BEI atau memantau tren harga komoditas global di Laman Ekonomi Bloomberg.
