
Harga emas jatuh lebih dari 1% pada Senin (17/11), tertekan oleh penguatan dolar AS dan semakin tipisnya harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lagi bulan depan. Menguatnya indeks dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga minat beli berkurang. Di saat yangsama, pasar memilih menunggu rilis data ekonomi AS yang tertunda minggu ini, yang dinilai bisa menjadi petunjuk penting arah kebijakan The Fed ke depan. Menurut David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, pasar saat ini sedang mengalami pergerakan yang fluktuatif menjelang “banjir” data setelah pemerintah AS kembali buka. Ia menambahkan, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed sudah menurun, sehingga optimisme terhadap emas ikut memudar. Agenda penting pekan ini termasuk data ketenagakerjaan AS bulan September pada Kamis dan risalah rapat terakhir The Fed pada Rabu, di mana sebelumnya suku bunga telah dipotong 25 basis poin. Sejalan dengan itu, semakin banyak pejabat The Fed yang mempertahankan sikap hawkish menjelang rapat Desember. Probabilitas pemangkasan suku bunga 25 bps di Desember kini turun ke sekitar 41%, dari sebelumnya lebih dari 60%, menurut CME FedWatch. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa bank sentral perlu “melangkah perlahan” dalam pemangkasan suku bunga berikutnya, karena kebijakan saat ini sudah bergerak menuju level yang dianggap cukup untuk menghentikan tekanan ke bawah pada inflasi.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
