
Perak diperdagangkan di atas $47,5 per ons pada hari Rabu, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut karena sentimen penghindaran risiko global mendorong permintaan aset safe haven. Ekuitas global dan aset berisiko lainnya turun tajam di tengah kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi dan ketidakpastian tentang penurunan suku bunga AS di masa mendatang. Sementara itu, data ADP menunjukkan perusahaan swasta menambah 42.000 lapangan kerja pada bulan Oktober, melampaui perkiraan dan menandakan ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Data yang lebih kuat memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, karena inflasi masih di atas target dan penutupan pemerintah menunda rilis data ketenagakerjaan penting. Bulan lalu, perak sempat mencapai rekor tertinggi di tengah short squeeze dan krisis likuiditas di London, sebelum melemah akibat aksi ambil untung.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
