Minyak mentah AS turun 4% pada Jumat (10/10)

Minyak mentah AS turun 4% pada Jumat (10/10), setelah Presiden Donald Trump mengancam Tiongkok dengan tarif yang lebih tinggi sebagai balasan atas langkah Beijing memperketat pengendalian ekspor mineral tanah jarang. Minyak mentah AS turun $2,61 atau 4,24%. Acuan global Brent melemah $2,49 atau 3,82%. Hubungan dagang AS–Tiongkok sebelumnya dinilai berangsur membaik, namun kemunduran terbaru ini kembali memicu kekhawatiran bahwa tarif yang lebih tinggi dapat memperlambat ekonomi global dan menekan permintaan minyak. “Saya akan terpaksa, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memberikan respons finansial terhadap langkah mereka,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social. “Salah satu kebijakan yang saat ini kami pertimbangkan adalah kenaikan tarif besar-besaran terhadap produk Tiongkok yang masuk ke Amerika Serikat,” kata presiden. “Ada banyak langkah balasan
lain yang juga sedang dipertimbangkan secara serius.”

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.