Harga minyak masih melanjutkan penurunannya ke level terendah dalam hampir lima bulan pada hari Kamis (2/10)

Harga minyak masih melanjutkan penurunannya ke level terendah dalam hampir lima bulan pada hari Kamis (2/10) karena OPEC+ diperkirakan akan sepakat untuk memulihkan lebih banyak pasokan yang terhenti dalam pertemuan akhir pekan lalu, sementara penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung memicu sentimen penghindaran risiko. Tanda-tanda awal kelebihan pasokan global mungkin mulai muncul di Timur Tengah, sementara stok minyak mentah dan bensin AS membengkak minggu lalu. Di Washington, ketidakpastian politik menambah kekhawatiran karena sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt memperingatkan bahwa PHK yang terkait dengan penutupan pemerintah federal kemungkinan akan mencapai ribuan. Berita tersebut menambah kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS dan pada gilirannya, konsumsi minyak. Penurunan harga minggu ini juga sebagian dipicu oleh kemungkinan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan mitranya dapat mempertimbangkan untuk mempercepat putaran kenaikan produksi terbaru mereka ketika mereka bertemu pada hari Minggu. Survei Bloomberg memperkirakan produksi minyak mentah OPEC naik bulan lalu. Beberapa bank investasi sudah memperkirakan Brent akan turun ke kisaran $50 per barel tahun depan.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.