Harga Perak Turun karena Tawaran Safe-Haven

Harga Perak turun ke sekitar $31 per ons pada hari Rabu(20/11) karena kekhawatiran atas meningkatnya konflik Rusia-Ukraina mereda. Pada hari Selasa, Perak sempat naik di atas $31,50 setelah Rusia menurunkan ambang batasnya untuk potensi serangan nuklir.
Namun, kekhawatiran Pasar mereda setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negara itu akan “melakukan segala yang mungkin” untuk menghindari perang nuklir, dan AS mengindikasikan tidak melihat alasan untuk menyesuaikan kebijakan nuklirnya.
Investor sekarang fokus pada pernyataan mendatang dari pejabat Federal Reserve AS, yang dapat memengaruhi Dolar dan, pada gilirannya, harga komoditas. Di Tiongkok, Bank Rakyat Tiongkok membiarkan suku bunga pinjaman utamanya tidak berubah sesuai dengan ekspektasi, tidak memberikan sinyal baru yang dapat memengaruhi permintaan di konsumen logam terbesar di dunia tersebut.(Azf) Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.