
Harga emas mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan hari Selasa (17/10), setelah dimulainya perang Israel-Hamas mendorong investor ke aset-aset yang aman. Laporan terbaru menunjukkan penjualan ritel bulanan AS mengalahkan perkiraan, menyalakan kembali kekhawatiran bahwa suku bunga akan tetap membatasi lebih lama dan mengurangi daya tarik logam, karena emas batangan cenderung kehilangan kilau dalam lingkungan biaya pinjaman yang tinggi. Investor sekarang dengan hati-hati menunggu komentar dari pejabat Federal Reserve minggu ini yang dipimpin oleh pidato Ketua Fed Jerome Powell untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Perdagangan ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan diperkirakan akan membatasi penguatan besar hingga the Fed mulai menurunkan suku bunga. Sementara itu, emas terus mendapat manfaat dari permintaan safe-haven di tengah kekhawatiran konflik yang lebih luas di Timur Tengah akibat perang Israel-Hamas. Data Gold Drivers menunjukkan data bervariatif dimana Dolar AS turun -0.03% terlihat akan memberikan sinyal positif bagi emas. Sedangkan Crude Oil naik +0.79%, dalam hal ini memberikan penguatan bagi harga emas.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
