Pergerakan harga Emas (Gold) dunia melonjak kembali ke atas level psikologis US$ 4.000, tepatnya berada di kisaran US$ 4.064,31 per troy ons. Sebaliknya, IHSG mengalami tekanan berat dan anjlok sebesar -3,78% ke level 4.904,29,Kondisi kontras ini dipicu oleh hasil midterm elections (pemilu paruh waktu) AS yang memenangkan Partai Demokrat sehingga sempat menekan dolar. Namun, pasar saat ini tetap waspada dan bersikap defensif mengantisipasi arah kebijakan suku bunga acuan The Fed yang dipertahankan di level 3,75%–4,00%, dengan potensi kenaikan lanjutan di bulan Desember di bawah kepemimpinan Ketua Fed Kevin Warsh.
1. Harga Emas Dunia (Gold Spot / XAU)
Harga emas spot dunia kembali menembus level psikologis di atas US$ 4.000 per troy ons, tepatnya bertengger di kisaran US$ 4.062,69 hingga US$ 4.064,31 per troy ons.
- Tren: Emas mengalami lonjakan tajam lebih dari 3%. Kenaikan ini dipicu oleh hasil pemilu sela (midterm elections) Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, yang sukses menekan indeks dolar AS (DXY) dan menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.
- Emas Domestik: Untuk pasar lokal Indonesia, harga emas batangan Antam hari ini berada di posisi Rp 2.537.000 per gram.
2. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Pada penutupan perdagangan terakhir (Rabu sore), IHSG ditutup menguat 0,32% ke level 4.919,77.
- Kondisi Pasar: IHSG berhasil melakukan rebound tipis setelah sebelumnya sempat tertekan tajam hingga ke bawah level 4.900 akibat gejolak politik domestik (isu penyadapan) dan sentimen pemilu AS. Penguatan ini ditopang oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp 257,94 miliar, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
3. Suku Bunga The Fed (Federal Funds Rate)
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di target 3,75% – 4,00%.
- Kebijakan: Dipimpin oleh Ketua Fed Kevin Warsh, bank sentral AS memilih menahan suku bunga karena melihat ekonomi AS masih resilien namun inflasi PCE masih berada di atas target 2%.
- Prospek: Pasar keuangan saat ini sedang bersiap dan mewaspadai adanya potensi satu kali lagi kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC bulan Desember 2026 mendatang.
