Harga emas dunia berada di kisaran US$4.350–US$4.378 per troy ons setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75%–4,00%, sementara IHSG terkoreksi 1,53% dalam sepekan akibat aksi jual investor asing pada saham berkapitalisasi besar.

Perkembangan Pasar Terbaru

  • Harga Emas Dunia: Bergerak di sekitar US$4.350–US$4.378 per troy ons, sempat mencatat penguatan mingguan pertama setelah sempat tertekan pasca keputusan suku bunga.
  • Kebijakan The Fed: Menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%, yang memicu penguatan dolar AS dan menekan emas dalam jangka pendek.
  • IHSG & Domestik: Terkoreksi 1,53% secara mingguan akibat tekanan aksi foreign net sell pada saham-saham blue chip besar seperti BMRI.

Kebijakan Suku Bunga The Fed

  • Kenaikan Suku Bunga: Secara mengejutkan, The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75% – 4,00%.
  • Latar Belakang: Ini merupakan kenaikan suku bunga pertama sejak September 2023. Langkah hawkish ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global yang kembali mencuat akibat tingginya harga energi di pasar global.
  • Prospek Ke Depan: Isyarat bank sentral AS menunjukkan potensi adanya satu kali kenaikan lagi hingga akhir tahun 2026.

Dampak terhadap Harga Emas Dunia

  • Harga Spot Terkini: Setelah sempat tertekan ke level terendahnya di kisaran US$4.271 per ons troi sesaat setelah pengumuman, harga emas spot berhasil melakukan rebound ke level US$4.378,38 – US$4.383,45 per ons troi pada penutupan perdagangan akhir pekan (Jumat, 18/9).
  • Analisis & Proyeksi: Kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar AS biasanya menekan emas. Namun, meredanya harga minyak global memberikan ruang bagi emas untuk mencatat penguatan mingguan pertama dalam empat pekan. Goldman Sachs baru saja memotong estimasi nilai wajar emas akhir tahun menjadi US$4.650 per ons (dari US$4.900), namun tetap optimis tren jangka panjang emas masih berada dalam jalur kenaikan.

Dampak terhadap IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)

  • Posisi Terakhir: IHSG menutup perdagangan akhir pekan lalu (Jumat, 18/9) dengan melemah 0,33% (turun 21,27 poin) ke level 6.441,16. Secara akumulatif dalam sepekan, IHSG terkoreksi cukup tajam sebesar 1,53%.
  • Faktor Penekan: Pasar saham domestik terguncang oleh sikap hawkish The Fed serta sentimen negatif dari dalam negeri, khususnya rilis realisasi APBN hingga Agustus 2026 yang mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun (0,93% dari PDB). Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) yang masif mencapai Rp1,79 triliun dalam satu hari di akhir pekan tersebut.
  • Proyeksi Pasar: Untuk awal pekan ini (Senin, 21/9), IHSG diperkirakan bergerak bervariasi (sideways) atau mengalami technical rebound terbatas di rentang support 6.350–6.400 dan resistance

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.