Harga emas spot dunia hari ini berada di kisaran US$ 4.376 hingga US$ 4.388 per troy ounce, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.595,77.

Harga emas spot dunia hari ini berada di kisaran US$ 4.376 hingga US$ 4.388 per troy ounce, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.595,77. Pergerakan kedua instrumen investasi ini sangat dipengaruhi oleh dinamika ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), menjelang rilis data ketenagakerjaan penting.

Harga Emas Global (Gold) Hari Ini

  • Harga Spot: Diperdagangkan melandai tipis di kisaran US$4.381,59 per troy ons pada Kamis pagi, setelah sempat bangkit ke posisi US$4.386,29 pada penutupan perdagangan Rabu.
  • Faktor Penggerak: Pergerakan emas didukung oleh melemahnya dolar AS serta penurunan imbal hasil (yield) US Treasury. Pasar saat ini menantikan data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS dan mencermati arah kebijakan suku bunga dari The Federal Reserve (The Fed).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) & The Fed

  • Posisi IHSG: Melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya di level 6.625,39 (naik 0,39%).
  • Kebijakan The Fed: Pasar memperkirakan peluang perubahan suku bunga The Fed pada bulan ini dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan dan indikator inflasi AS yang menunjukkan tren mereda.

Dampak Sentimen The Fed & Pasar Global

1. Harga Emas Dunia Mulai Pulih

Setelah sempat tertekan akibat pernyataan hawkish dari simposium Jackson Hole, harga emas dunia hari ini berhasil bangkit dari level terendahnya. Penguatan ini ditopang oleh penurunan indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Investor saat ini bersikap hati-hati sambil mencermati data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk menebak arah kebijakan suku bunga The Fed.

2. IHSG Bergerak Sideways dan Konsolidasi

IHSG ditutup mengalami pelemahan tipis di level 6.595. Secara teknikal, indeks sedang berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Pasar saham Indonesia dibayangi oleh tekanan jual di pasar obligasi global serta efek musiman “September Effect” yang cenderung membuat pasar volatil. Meski demikian, saham-saham perbankan besar (Big Banks) seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menjadi penopang utama indeks.

3. Suku Bunga & Inflasi AS

Laporan Beige Book terbaru dari The Fed mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja di AS tumbuh secara moderat. Spekulasi pasar terkait peluang kenaikan atau bertahannya suku bunga tinggi oleh The Fed pada pertemuan September ini menjadi faktor krusial yang menahan laju agresif di pasar saham maupun komoditas safe-haven

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.