
Harga emas spot dunia berada di kisaran US$3.977 per troy ons, dengan harga emas digital di Indonesia mulai dari Rp2.404.876 per gram. IHSG bergerak di rentang level 6.108 hingga 7.355, dan The Fed berpotensi mempertahankan atau menaikkan suku bunga akibat tekanan inflasi. Per tanggal 17 Juli 2026, harga indeks emas dunia berada di level US$ 3.987,27 per troy ounce, sementara IHSG bergerak di zona merah pada kisaran 6.081 – 6.083 setelah sempat dibuka menguat tipis, dan suku bunga acuan The Fed (Fed Funds Rate) saat ini dipertahankan pada posisi 3,50% – 3,75%.
Harga Emas Dunia dan Domestik
- Emas Spot Dunia: Berada di kisaran US$3.977 per troy ons. Harga sempat mencapai rekor terendah dalam 8 bulan karena penguatan dolar dan imbal hasil obligasi.
- Emas Indonesia: Di pasar digital seperti Pluang, harga emas diperdagangkan pada kisaran Rp2.404.876 per gram
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
- Pergerakan IHSG: Pasar saham Indonesia saat ini berkisar di level 6.000 hingga 7.300-an. Volatilitas ini didorong oleh berbagai sentimen domestik dan regional.
- Sentimen Pasar: Kekhawatiran global, tekanan terhadap mata uang, serta kebijakan moneter menuntut investor agar lebih berfokus pada fundamental perusahaan.
Kebijakan The Fed (Suku Bunga AS)
- Suku Bunga Saat Ini: The Fed mempertahankan suku bunga tetap tinggi karena misi menurunkan inflasi belum usai.
- Probabilitas Pasar: Menurut alat FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 53% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga kembali pada pertemuan September.
- Korelasi The Fed dengan Emas: Biasanya, suku bunga The Fed yang tinggi dan sikap hawkish menekan harga emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor lebih memilih memegang Dolar AS.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
