
Harga emas menguat lebih dari 1% pada Senin (24/11), didorong ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember setelah komentar dovish Presiden The Fed New York, John Williams. Pasar menilai peluang penurunan suku bunga bulan depan sekitar 80% menurut CME FedWatch,
sehingga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai kembali meningkat. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga turun dan saat ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik menguat. Analis komoditas Bart Melek menilai inflasi berpotensi tidak terlalu tinggi dan data ekonomi yang akan datang bisa sedikit lebih lemah, kombinasi yang mendukung kinerja emas dalam jangka pendek. Ekspektasi ini membantu menjaga sentimen positif di pasar logam mulia. Investor menunggu rilis data AS tertunda akibat penutupan pemerintah, meliputi penjualan ritel, klaim pengangguran, dan indeks harga produsen. Di saat yang sama, negosiasi antara AS dan Ukraina untuk merumuskan rencana mengakhiri perang Rusia–Ukraina menjadi perhatian pasar, karena perkembangan geopolitik bisa menggerakkan permintaan emas sebagai aset safe haven.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
