Harga minyak naik sekitar 1% pada Senin (24/11)

Harga minyak naik sekitar 1% pada Senin (24/11) setelah sempat menyentuh level terendah sejak 21 Oktober pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada Desember, sekaligus oleh meningkatnya keraguan apakah Rusia dan Ukraina benar-benar bisa mencapai kesepakatan damai yang berpotensi melonggarkan pasokan minyak Moskow ke pasar global.

Analis mencatat bahwa pelemahan harga sebelumnya banyak dipicu oleh laporan kemajuan negosiasi damai Rusia-Ukraina. Namun, fokus pasar kini kembali terpecah antara sanksi AS terhadap raksasa minyak Rusia Rosneft dan Lukoil, serta dinamika perundingan yang disebut masih jauh dari kata final. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar berhati-hati dalam memosisikan diri. Di sisi fundamental, tekanan tambahan datang dari perhitungan yang menunjukkan pendapatan minyak dan gas Rusia pada November bisa turun sekitar 35% secara tahunan akibat harga yang lebih murah dan penguatan rubel. Di Eropa, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut adanya “momentum baru” dalam upaya mengakhiri perang, sambil menegaskan komitmen Uni Eropa untuk terus mendukung Ukraina.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.