Harga emas bergerak melemah di sesi AS pada hari Jumat (21/11)

Harga emas bergerak melemah di sesi AS pada hari Jumat (21/11), dengan harga spotbertahan sedikit di atas area $4.060 per troy ons, menempatkan emas mencatatkan penurunan mingguan. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah membuat logam mulia ini kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil, sehingga minat beli di sesi New York cenderung terbatas. Secara fundamental, tekanan datang dari data ketenagakerjaan AS yang masih solid. Laporan nonfarm payrolls bulan September menunjukkan penambahan sekitar 119.000 lapangan kerja, jauh di atas perkiraan 50.000, sementara tingkat pengangguran naik ke kisaran tertinggi empat tahun. Kombinasi ini membuat pelaku pasar menilai The Fed tidak akan terlalu agresif memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, sehingga ekspektasi pelonggaran moneter yang biasanya mendukung emas sementara waktu teredam. Di sisi lain, permintaan fisik emas di sejumlah pasar Asia juga terlihat lesu sehingga membatasi potensi rebound harga. Sejumlah investor memilih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait arah kebijakan The Fed dan rilis data inflasi berikutnya sebelum menambah eksposur di aset safe haven ini. Selama dolar tetap kuat dan imbal hasil obligasi tinggi, harga emas di sesi AS berpotensi bergerak dalam kisaran konsolidasi dengan bias cenderung melemah.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.