Harga minyak turun pada Senin (17/11)

Harga minyak turun pada Senin (17/11) setelah pusat ekspor utama Rusia di Novorossiysk kembali beroperasi setelah dua hari dihentikan akibat serangan Ukraina di Laut Hitam. Sebelumnya, pada Jumat kedua harga acuan minyak sempat naik lebih dari 2% dan menutup pekan dengan kenaikan moderat, karena penghentian sementara ekspor di Novorossiysk dan terminal Konsorsium Pipa Kaspia di dekatnya sempat mengganggu sekitar 2% pasokan minyak global. Kembalinya aktivitas pemuatan di pelabuhan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar soal gangguan pasokan jangka pendek. Meski begitu, risiko geopolitik masih tinggi. Ukraina mengklaim telah menyerang kilang minyak Ryazan dan Novokuibyshevsk di Rusia, sehingga infrastruktur energi Rusia tetap menjadi target. Di saat yang sama, investor juga memantau dampak sanksi Barat terhadap pasokan dan arus perdagangan minyak Rusia. AS melarang kesepakatan dengan Lukoil dan Rosneft setelah 21 November, dan Presiden Donald Trump menyatakan Partai Republik tengah menyiapkan undang-undang untuk menjatuhkan sanksi pada negara mana pun yang masih berbisnis dengan Rusia, bahkan membuka peluang Iran ikut dimasukkan dalam daftar. Dari sisi fundamental jangka menengah, OPEC+ bulan ini sepakat menaikkan target produksi Desember sebesar 137.000 barel per hari, sama seperti Oktober dan November, lalu berencana menahan kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun depan.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.