Harga Perak Capai Titik Terendah dalam 11 Minggu

Harga Perak turun di bawah $30 per ons pada hari Kamis(28/11), mencapai titik terendah dalam 11 minggu karena permintaan logam sebagai aset safe haven menurun dan prospek penggunaan industrinya melemah.
Gencatan senjata baru-baru ini antara Israel dan Hizbullah, yang ditengahi oleh AS dan Prancis, meredakan ketegangan geopolitik, sehingga mengurangi daya tarik Perak sebagai aset penghindar risiko.
Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga membebani harga Perak.
Ketidakpastian ekonomi di Tiongkok, konsumen Perak terbesar di dunia, dan kekhawatiran atas potensi dampak negatif kebijakan Presiden terpilih AS Trump terhadap sektor energi terbarukan juga berkontribusi terhadap sentimen bearish. Karena Perak merupakan bahan utama dalam produksi panel surya, gangguan apa pun di Pasar energi terbarukan Tiongkok semakin menekan harga.(Azf)
Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.