Emas Anjlok 1% Pasca Empat Sesi Kenaikan

Emas anjlok 1% pada hari Senin (2/12), yang mengakhiri empat sesi kenaikan beruntun, terbebani oleh Dolar AS yang kuat, karena investor menanti data ekonomi serta pernyataan dari pejabat Federal Reserve untuk petunjuk mengenai suku bunga AS.
Harga Emas spot turun 0,5% menjadi $2.640,93 per ons, pada pukul 12.07 GMT. Harga turun 1% di awal sesi.
Harga Emas berjangka AS turun 0,6% menjadi $2.663,90.
Indeks Dolar naik 0,5%, menuju hari terbaiknya dalam lebih dari seminggu, membuat Emas batangan yang dihargakan dalam Dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara Trump pada hari Sabtu meminta negara-negara BRICS untuk berjanji tidak membuat atau mendukung mata uang alternatif untuk Dolar AS tersebut, yang memperingatkan Tarif 100% bagi yang tidak mematuhi. Emas batangan anjlok lebih dari 3% pada bulan November, penurunan bulanan tertajam sejak September 2023, di tengah kekhawatiran bahwa rencana Tarif Trump dapat memperpanjang suku bunga yang lebih tinggi.
Perlambatan yang sedang berlangsung dalam aktivitas ekonomi AS diperkirakan akan mendorong penurunan suku bunga Fed lebih lanjut pada bulan Desember, meningkatkan permintaan investasi dan mendorong Emas ke $2.900/oz pada pertengahan 2025, tambah Staunovo.
Perusahaan pialang besar mempertahankan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, menyusul data indeks harga PCE yang selaras dengan prakiraan Pasar pada hari Rabu.
Peristiwa ekonomi utama AS minggu ini termasuk data lowongan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, dan penggajian nonpertanian. Pidato dari pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, juga akan menarik perhatian.
Di tempat lain, Perak spot turun 0,5% menjadi $30,44 per ons, platinum naik 0,1% menjadi $947,15, dan paladium datar di $978,55.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.