
Perak bertahan di bawah $52 per ons pada hari Senin(20/10) setelah turun lebih dari 4% di sesi sebelumnya ketika investor mengunci keuntungan setelah reli bersejarah ke rekor tertinggi. Membaiknya sentimen risiko, yang sebagian besar didorong oleh tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, juga membebani permintaan aset safe haven. Para pedagang kini menunggu data inflasi utama AS minggu ini setelah penghentian data akibat penutupan pemerintah. Sementara itu, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan, diikuti oleh langkah lain pada bulan Desember dan kemungkinan tiga kali lagi pada tahun 2026. Pekan lalu, perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di tengah krisis likuiditas di pasar perak London yang memicu perebutan pasokan fisik global, sementara permintaan India yang kuat semakin memperketat kondisi.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
