Harga perak kembali naik di atas $53 per ons pada hari Rabu(16/10)

Harga perak kembali naik di atas $53 per ons pada hari Rabu(16/10), mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya karena krisis pasokan global memicu reli bersejarah. Ketatnya pasar London paling terasa, di mana short squeeze menyebabkan suku bunga sewa melonjak lebih dari 30% pada hari Jumat, mendorong biaya rollover untuk posisi short ke tingkat yang tidak berkelanjutan. Permintaan dari India semakin menekan pasokan, mendorong beberapa perusahaan reksa dana untuk menangguhkan aliran masuk ke skema ETF perak mereka. Sementara itu, pernyataan dovish dari Ketua The Fed Powell, yang menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja, memperkuat spekulasi akan adanya penurunan suku bunga AS lebih lanjut dan meningkatkan minat terhadap logam mulia. Di sisi geopolitik, ketegangan semakin dalam setelah Presiden Trump mengancam Beijing dengan embargo minyak goreng sebagai tanggapan atas boikot kedelai Tiongkok.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.