
Harga perak (XAG/USD) berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa (16/9), setelah sempat menguat di sesi awal. Tekanan jual muncul seiring dengan penguatan dolar AS menjelang pengumuman kebijakan terbaru Federal Reserve. Kondisi ini membuat investor memilih sikap hati-hati, sehingga perak terkoreksi dari level tertingginya.
Penurunan harga juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung setelah reli panjang beberapa hari terakhir yang membawa perak mendekati area $42 per ons. Sentimen pasar cenderung wait and see terhadap arah suku bunga The Fed, yang sangat menentukan prospek permintaan logam mulia sebagai aset non-yielding.
Meski melemah, prospek jangka menengah perak masih dianggap positif berkat permintaan industri yang solid serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang. Para analis menilai, perak berpotensi kembali menguat apabila tekanan dolar AS mereda dan investor kembali mencari aset lindung nilai.
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
