Harga emas naik lebih dari 2%, mencapai level tertinggi dalam satu minggu, pada hari Jumat (1/8)

Harga emas naik lebih dari 2%, mencapai level tertinggi dalam satu minggu, pada hari Jumat (1/8) setelah data penggajian AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan pengumuman tarif baru mendorong permintaan safe haven.
Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli, dengan jumlah lapangan kerja nonpertanian meningkat sebesar 73.000 bulan lalu, setelah naik sebesar 14.000 pada bulan Juni, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja.
Pelaku pasar kini mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga pada akhir tahun, dimulai pada bulan September.
Awal pekan ini, bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%- 4,50%, dengan Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan “kami belum membuat keputusan apa pun tentang bulan September.”
Tekanan inflasi terus berlanjut dari tarif dan upah, namun angka lapangan kerja mengecewakan. Jadi dalam situasi tersebut, jika The Fed memangkas (suku bunga), hal itu akan berdampak material pada emas secara positif.
Di sisi perdagangan, gelombang tarif terbaru Trump atas ekspor dari puluhan mitra dagang, termasuk Kanada, Brasil, India, dan Taiwan, menyebabkan pasar global anjlok karena negara-negara mendorong perundingan untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik.

DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.