
Harga emas dunia sempat mencapai puncak tertinggi di level USD5.593 per ounce, melonjak sekitar 24% secara year-to-date, Dalam denominasi Rupiah, kenaikan harga bahkan lebih terasa, sempat menyentuh Rp3.021.839 per gram, di mana harga emas batangan sempat turun sekitar Rp183.000 per gram dalam sehari di awal Februari 2026.
Koreksi jangka pendek ini justru menunjukkan karakter emas sebagai aset yang likuid sekaligus membuka peluang akumulasi bagi konsumen yang ingin menabung jangka panjang, ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, serta arah kebijakan moneter global terus mendorong minat terhadap emas, Di sisi makroekonomi, inflasi AS yang relatif stabil di kisaran 2% dan sikap The Federal Reserve yang masih menahan suku bunga turut membentuk ekspektasi pasar yang mendukung harga emas, Dengan menggunakan AI yang canggih untuk menghasilkan ide-ide saham yang menarik, sistem ini tidak hanya melihat popularitas, tetapi juga menilai fundamental, momentum, dan valuasi. AI ini tidak bias—hanya mengidentifikasi saham mana yang menawarkan rasio risiko-hasil terbaik berdasarkan data terkini dengan saham-saham juara terdahulu, termasuk Super Micro Computers (+185%) dan AppLovin (+157%).
DISCLAIMER
Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.
